About LPKBI

LPKBI   adalah sebuah lembaga think tank non structural di bawah Rektor UIN Sunan Ampel yang bergerak di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat khususnya terkait dengan innovasi dan kreativitas dalam Islamic Studies.

Dimana visinya adalah menjadi think tank yang terkemuka di tingkat nasional maupun internasional dalam pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis Islam

Yang memiliki 3Misi diantaranya adalah :
1. Penelitian: Merencanakan, melaksanakan, mengembangkan dan menyebarluaskan hasil penelitian
2. Pendidikan dan Pelatihan: Melaksanakan program bagi peningkatan pengetahuan, keahlian terapan dan penelitian di berbagai lembaga pendidikan, pemerintahan, swasta dan lainnya.
3. Pengabdian Masyarakat: Menyelenggarakan aktivitas konsultasi dan pendampingan pada berbagai pemerintah dan swasta.

Terdapat empat alasan mengapa menjadi entreprenurial centre ini menjadi centre of excelence dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi khususnya pendidikan tinggi Islam. 

Pertama adalah kewirausahaan dapat memperkuat isi kurikulum pendidikan. Dengan memasukkan enterprenership content salah satu perkuliahan misalanya, itu bisa membuat siswa lebih kreatif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar dari matakuliah tersebut. Sebagai contoh, dalam Perkuliahan Fiqh Ibadah terdapat konsep persucian atau toharo, Dengan sentuhan semnagat kewirausahaan pada perkuliahan ini, maka seorang siswa dapat mengembangkan atau berinovasi teknologi yang membuat umat Islam lebih mudah untuk melakukan wudlu dengan menyediakan mesin wudlu. Mesin yang secara ekonomis lebih menghemat air namun tetap sesuai dengan rukun wudlu.

Kedua, Kewirausahaan dapat memperkuat Institut atau universitas itu sendiri dengan sistem pembiayaan yang sustainanble. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi  di Indonesia sangat bergantung pada anggaran pemerintah. Misalkan apabila ada hubungan yang kurang harmonis antara pemerintah dan DPR maka akan membuat daftar belanja dan program untuk perguruan tinggi dipennding karena belum disetujui oleh DPR. Apabila hal ini terjadi maka bisa membuat sebuah perguruan tinggi sulit untuk menjalankan aktivitas mereka secara normal. Dalam rangka untuk mengantisipasi hal tersebut dan dalam upaya bahwa dengan meningkatkan sumber pembiayaan maka perguruan tinggi bisa menggali dana dari kegiatan atau bisnis universitas yang tidak melanggar hukum. Misalnya, Indonesia dikenal sebagai negara Muslim terbesar, pada bulan bulan Dzulhijjah misalnya banyak ummat yang berkeinginan untuk pergi haji ke Makah. Untuk permintaan itu, sebuah universitas Islam dapat menawarkan jasa untuk melakukan bimbingan haji dan bisa mengadakan tour and travel untuk penyelenggaraan haji  dan Umroh ke Makah.

Ketiga, Kewirausahaan bisa mengintegrasikan sistem pendidikan Islam dari sistem pendidikan dasar sampai dengan sistem pendidikan yang lebih tinggi. Tidak dapat dipungkiri bila saat ini, sistem pendidikan ekonomi dari sekolah dasar sampai universitas belum terintegrasi. Sistem pengajarannya masih dilakukan secara partial dalam tiap jenjang kependidikan.. Dengan memperkenalkan konsep kewirausahaan di setiap tingkat pendidikan, maka hal itu bisa mengintegrasikan pendidikan ekonomi di semua level dengan merancang dan memasukkan komponen kewirausahaan pada pendidikan ekonomi dari tinggal pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Terakhir, dengan pendidikan Kewirausahaan bisa mengurangi citra negatif pendidikan Tinggi Islam yang mungkin dikenal hanya sebagai penghasil pengkhotbah/ penceramah atau malahan melahirkan kelompok garis keras atau radikan . Dengan enterpreurship, pendidikan tinggi Islam akan dikenal sebagai salah satu sumber dimana pengusaha yang santun didik, karena itu beberapa citra negatif dari radikalisme beragama dapat dikurangi.

Comments